“Pernah tahu apa judul lagu karya Ibu Sud yang liriknya berbunyi ‘nenek moyangku orang pelaut, gemar mengarung luas samudra’?”

Pertanyaan itu dilontarkan Komandan Kapal Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh 593, Letkol (Laut) Yana Hendrayana pada sekitar 200 peserta  acara Joy Sailing yang diadakan Yayasan Warna Warni Indonesia (WWI). Untuk jawaban benar, sang komandan berencana menghadiahkan topi berlogo KRI Banda Aceh dengan tulisan ‘komandan’ di sisi kanannya. Tapi dari semua jawaban yang dilontarkan, tak satu pun berhasil menebak judul lagu yang ternyata adalah Beramai-Ramai ke Laut.

“Ya sudah, karena tidak ada yang bisa menjawab, topinya saya pakai lagi,” kelakar Yana, setelah memberi tahu judul lagu yang sebenarnya.

Joy Sailing merupakan salah satu program yang diadakan WWI, yang secara berkala menggelar wisata sejarah dan budaya ke berbagai tempat baik di dalam mau pun di luar kota Jakarta.  Mereka melakukan tur ke Stasiun Kereta Tanjung Priok, Gedung Candranaya di bilangan Kota, Candi Penataran di Blitar, Istana Sultan di Pulau Penyengat dan berbagai situs sejarah dan budaya lain di Indonesia dengan menggunakan moda transportasi beragam. Kali ini WWI bekerjasama dengan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) untuk mengajak peserta wisata berpesiar mengelilingi Kepulauan Seribu dengan KRI Banda Aceh.

“Kami berharap pengalaman ini bisa member I wawasan dan membangkitkan kecintaan para peserta tur,  juga masyarakat yang lebih luas terhadap laut Indonesia,” kata Nina dari WWI, di sela-sela acara.

Tak hanya berkeliling dengan kapal yang diproduksi oleh PT. PAL itu, para peserta tur juga dikenalkan dengan berbagai jenis seragam yang dimiliki dan dikenakan oleh kru kapal selama bertugas. Mereka juga  berinteraksi langsung dengan para kru, bertanya berbagai hal seputar kapal maupun ketahanan dan keamanan perairan Nusantara.

Wawasan dan kesadaran sebagai bagian dari sebuah bangsa bahari terbangkitkan lagi. Ketika para prajurit meneriakkan yel –yel “NKRI Harga Mati!”, sontak seluruh peserta tur menyambut dengan pekik serupa penuh semangat. Pengalaman selama di atas kapal KRI Banda Aceh membuat mereka  menemukan konteks bahwa persatuan Indonesia harus terus dijaga. (ISA).

 

Sumber: http://www.dewimagazine.com/art.culture/news/warna.warni.indonesia.beramairamai.ke.laut/003/001/298 (Juni 2013)

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Log in with your credentials

Forgot your details?