TENTANG KAMI

Yayasan Warna Warni Indonesia (YWWI) adalah lembaga nirlaba yang berdiri pada tanggal 24 Mei 2000. Pendirian yayasan ini dimaksudkan sebagai upaya untuk berpartisipasi membangun karakter bangsa Indonesia (nation character building) melalui pemahaman sejarah.

Kegiatan-kegiatan Yayasan Warna Warni Indonesia dilaksanakan dengan tujuan membangkitkan kesadaran masyarakat akan kemajemukan Bangsa Indonesia melalui pendekatan sejarah dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan seperti di bawah ini.

1. Kegiatan Wisata Budaya

Salah satu cara yang menyenangkan untuk mengerti sejarah adalah wisata budaya. Yayasan Warna Warni Indonesia menyelenggarakan wisata budaya setiap tahun yang dikemas untuk mengerti sejarah melalui kuliner, produk unggulan lokal, tari-tarian, dan tentu saja bangunan bangunan kuno yang mempunyai arsitektur indah dan unik sebagai cerminan budaya Indonesia yang warna-warni. Untuk memperkuat pemahaman budaya, Yayasan Warna Warni Indonesia selalu menyediakan pendampingan riset sejarah selama kegiatan wisata budaya. Penyelenggaraan Wisata Sejarah yang telah dilaksanakan adalah:

  • Mengenal Kampung Batik Lawean (2006)
  • Memperkenalkan kampung tempat perintisan industri batik yang juga merupakan tempat kelahiran organisasi pergerakan kebangsaan Sarekat Islam
  • Mengenal Kampoeng Batik Lawean untuk Siswa SMA (2007)
  • The Cities of Kartini’s Passion, Semarang-Demak-Kudus-Jepara-Rembang (2008)
  • Menelusuri jejak Kartini yang bukan sekadar tokoh emansipasi perempuan, melainkan juga penggagas untuk kecerdasan sumberdaya manusia melalui kesadaran pendidikan. Kartini juga seorang tokoh visioner yang mengusahakan kesetaraan dalam pluralisme budaya.
  • Wisata Budaya Puspawarni, Solo,Wonosobo, Dieng (2008)
  • Dendang Melayu Warna Warni, Pulau Penyengat, Tanjung Pinang & Singapura (2009)
  • Melacak akar budaya Melayu sebagai salah satu pilar utama budaya Bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia berakar pada Bahasa Melayu yang telah lama menjadi lingua-franca antar etnis di kawasan nusantara sebelum kedatangan bangsa-bangsa Barat
  • “Jejak Gula” Bromo (2010)
  • “Jember Fashion Carnival” Jember, Banyuwangi, Surabaya, Madura (2011)
  • “Bogor Geulis”, Wisata Istana Batu Tulis dan Istana Bogor (2012)
  • “Exclusive Peranakan Heritage Tour”, Malang-Blitar (2012)
  • “Mengenal Bangunan Bersejarah Toko Merah”, Kawasan Kota Tua Jakarta (2012)
  • “Cap Go Meh, Bangunan Bersejarah Candranaya, Wayang Tavip & Wayang Potehi”, Gd. Candranaya Gadjah Mada (2013)
  • “Joy Sailing “Wisata Bahari Bersama TNI AL RI menuju Pulau Onrust (2013)
  • “Nostalgia Pesisir Utara Jawa”, Mengenal Teh Perkebunan Pagilaran Batang Jawa Tengah dan Bangunan Bersejarah Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS) Tegal, perjalanan kecil di Pekalongan – Tegal (2013)

2. Kegiatan Promosi Sejarah dan Budaya Melalui Museum dan Bangunan kuno

WWI merintis pendirian “Museum Samanhoedi” di Kampoeng Batik Lawean, Surakarta, 2009. Samanhoedi adalah seorang pedagang batik kaya raya yang menghimpun kerukunan masyarakat kampung Lawean. Kerukunan pedagang tersebut bersifat kegiatan tolong menolong, namun selanjutnya perkumpulan ini mengorganisasi diri untuk membangkitkan kesadaran masyarakat tentang kesempatan dagang bagi masyarakat tanpa membedakan golongan. Gerakan tersebut, dalam sejarah bangsa melawan kolonialisme, dikenal nama Sarekat Islam (berdiri tahun 1912) dan memiliki anggota di berbagai kota-kota besar di Indonesia.

WWI juga bekerjasama dengan berbagai pihak pengelola bangunan bersejarah untuk mempromosi sejarah dan budaya melalui bangunan kuno, antara lain: Museum Bank Mandiri (2009), Stasiun Tanjung Priok (2011), Istana Kepresidenan Bogor (2012), Toko Merah (2012), Istana Batutulis, Bogor (2012).

Dengan kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan dengan sejarah pergerakan Indonesia melalui bangunan kuno, sehingga masyarakat memahami konteks perjuangan para pelaku sejarah pergerakan Indonesia dan andil pelaku ekonomi, keuangan, perdagangan, transportasi dan pemimpin bangsa di masa lalu untuk Indonesia hingga kini.

3. Pameran Seni dan Budaya

  • Pameran Batik Warna Warni Indonesia, Surakarta. 2006
  • Pameran Lukisan Pelukis Bali dan Lukisan China, Jakarta. 2008
  • Pameran Batik Kuno (Batik Peranakan), Jakarta. 2009

4. Pergelaran Budaya

Pergelaran Wayang Orang oleh pemain wayang WNI berketurunan Tionghoa dari Surakarta yang tergabung dalam Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS). Perkumpulan Masyarakat Surakarta sudah berdiri sejak tahun 1920an di Surakarta. Yayasan Warna Warni Indonesia telah menyelenggarakan dua kali pergelaran wayang orang bersama-sama PMS, dengan episode:

  • Abimanyu Dadi Dalang, Gedung Kesenian Jakarta, 4 Juni 2000
  • Kangsadewa, Hailai International Executive Club, Ancol Jakarta, 9 Juni 2001

5. Penerbitan Buku Sejarah dan Budaya 

  • Krisnina Maharani A. Tandjung. Rumah Solo. 2001 (kerjasama dengan Times Publ. Singapore)
  • Myrtha Soeroto, Pusaka Budaya & Arsitektur Bugis,Toraja, Mandar (kerjasama dengan PT Balai Pustaka, Jakarta), 2003
  • Soedarmono, Mbok Mase, Pengusaha Batik di Laweyan Solo Awal Abad 20, 2006
  • Krisnina Maharani Tandjung (penyunting), Si Singamangaradja XII, Sang Pembebas dari Tanah Batak, 2007
  • Krisnina Akbar Tandjung (penyunting), Pikiran Kartini, 2007
  • Krisnina Maharani A. Tandjung, Sekelumit Sejarah Mangkunegaran (1857-sekarang), 2007
  • Krisnina Maharani A. Tandjung, Jejak Gula, Warisan Industri Gula di Jawa, 2010

6. Kegiatan Sejarah dan Budaya untuk Remaja

Untuk menggugah perhatian remaja mengenai sejarah bangsa, Yayasan Warna Warni Indonesia juga mengadakan kegiatan rutin tahunan dengan seluruh siswa-siswi SMA Negeri dan beberapa SMA Swasta di Kota Surakarta. Yayasan membuat modul pembelajaran sejarah yang melekat di ekstrakurikuler SMA. Melalui modul pembelajaran tersebut siswa-siswi SMA digugah perhatiaannya mengenai arti penting sejarah nasional dan sejarah lokal kotanya, sehingga siswa-siswi tumbuh rasa memiliki dan mencintai (sense of belonging) kota kelahirannya. Dua edisi modul pembelajaran sejarah yang dibuat oleh Yayasan WWI, yaitu :

  • “Mencintai Sejarah melalui Bangunan Kuno”
  • Mencintai Solo Masa Lalu untuk Solo Masa Depan.

Kegiatan Modul Pembelajaran Sejarah WWI, melibatkan peserta sekitar 2000-3000 siswa-siswi SMA setiap angkatannya. Pelaksanaan modul pembelajaran sejarah di Surakarta, hingga kini telah menginjak angkatan yang kelima.

 

Susunan Pengurus Yayasan Warna Warni Indonesia 2010 – 2015

Badan Pembina

Ketua
Akbar Tandjung

Anggota
MS Hidayat
Didi Dawis
Anis Baswedan
Rachmat Gobel

 

Badan Pengawas

Widigdo Sukarman
Sudhamek Agoeng Waspodo S

 

Pengurus Harian

Ketua Umum
Krisnina Akbar Tandjung

Wakil Ketua
Agustian Budi Prasetya

Sekretaris
Elizabeth Hariara Tambunan

Bendahara
Dewi Triman Mukhlis

 

Departemen/Bidang

Ketua Bidang Kebudayaan dan Pariwisata
Efin Soehada Effendi

Ketua Bidang Pembelajaran Sejarah
Terry Wijaya Supit

Ketua Bidang Hubungan Masyarakat
Yessi Haryanda

Ketua Bidang Umum
Sianny Farich

 

Sekretariat Yayasan Warna Warni Indonesia

Jl. Purnawarman No. 18, Jakarta Selatan 12110
Telp. 021-7247318, 7254815
Fax. 021 -7262519,
Hp. 081295114466
Email. warnawarniindonesia@yahoo.co.id