Ada suasana berbeda terlihat di Pura Mangkunegaran, Kamis (13/3) siang, saat ratusan siswa tingkat SMA tengah berkunjung dan meramaikan suasana di salah satu bangunan bersejarah di Kota Solo tersebut.

Terlihat antusiasme dari para siswa saat mengunjungi dan menyimak pemaparan dari guide. Pemandangan itu pun menumbuhkan rasa bangga karena hal tersebut menunjukkan para generasi muda yang masih menaruh minat pada sejarah bangsanya.

Seringkali generasi muda kita diidentikkan sebagai generasi yang terkesan alergi terhadap sejarah serta budaya bangsanya. Namun apa yang ditunjukkan oleh sekitar 555 siswa dari berbagai SMA negeri dan swasta di Kota Solo tersebut seakan merubah pandangan tersebut.

Kegiatan kunjungan tersebut dalam rangka studi karakter untuk Lomba Karya Tulis Modul Sejarah 2014 dengan tema “Mencintai Solo Masa Lalu untuk Solo Masa Depan” yang diselenggarakan oleh Yayasan Warna-Warni Indonesia (WWI).

Salah satu kelompok siswa yang terdiri dari siswa SMAN 6, yakni Dea Agustina Ifonawati, Masitoh Isti Arum, serta Aulia Faqih Rofii, tampak antusias mengikuti kegiatan jelajah Pura Mangkunegaran tersebut.

“Kami ingin menunjukkan bahwa di Solo ternyata masih memiliki banyak kebudayaan yang terpendam. Yang belum banyak dikenal oleh orang-orang di luar. Kami ingin menggali dan mengenalkannnya pada masyarakat umum. Kemudian kami juga ingin mengajak generasi muda turut menjaga eksistensi kebudayaan dan bangunan bersejarah,” tutur Masitoh, di sela-sela kegiatan.

Tak hanya para siswa, antusiasme juga diperlihatkan para guru pendamping. Salah satunya, pendamping dari SMA Batik 1, Eko Targiyatmi. Menurut Eko,  kegiatan tersebut sangat positif diperuntukkan generasi muda saat ini. “Dengan observasi dapat menggiring anak-anak untuk melihat lebih dalam bangunan-bangunan bersejarah yang ada di Kota Solo,” paparnya.

Sementara itu, Humas WWI, Rukmini menambahkan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang diprakarsai oleh WWI. “Harapannya generasi muda menjadi lebih mengenal, baik budaya yang dimiliki khususnya di Kota Solo,” urainya. (Triawati Prihatsari Purwanto)

 

Sumber: http://joglosemar.co/2014/03/mempelajari-budaya-masa-lalu-untuk-masa-depan.html (14/03/2014)

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Log in with your credentials

Forgot your details?